TAHUNA – Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026 resmi dimulai dengan 19 finalis yang siap mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi untuk memperebutkan mahkota. Para peserta juga dipersiapkan untuk mengenalkan potensi Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pembukaan Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026 berlangsung di Ballroom Tahuna Beach Hotel, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari. Sejumlah unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut.
Sebanyak 19 peserta berhasil lolos hingga tahap final. Mereka terdiri dari 10 peserta Ungke dan 9 peserta Momo. Sebelumnya, proses seleksi diikuti 26 pendaftar. Setelah seleksi administrasi, jumlah peserta menyusut menjadi 20 orang sebelum satu peserta mengundurkan diri.
Bupati Michael Thungari kemudian memberikan pesan khusus kepada seluruh finalis. Ia menyebut keberanian mengikuti ajang tersebut sudah menjadi sebuah kemenangan. Karena itu, peserta diminta tidak hanya memikirkan hasil akhir.
Menurut Michael, keberanian untuk tampil dan menjalani proses merupakan hal penting. Para finalis juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan selama mengikuti setiap tahapan Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026.
“Sudah menang” bukan berarti persaingan berhenti. Sebaliknya, para peserta tetap harus memberikan kemampuan terbaik. Mereka juga diminta menjalani setiap tahapan dengan semangat belajar dan menjunjung persahabatan.
Bukan Sekadar Perebutan Mahkota
Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026 tidak hanya berorientasi pada mahkota dan selendang. Ajang tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenali kemampuan diri. Selain itu, peserta dapat membangun kepercayaan diri dan memperluas wawasan.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pembekalan dan karantina. Para peserta mendapatkan materi mengenai wawasan dan etika. Mereka juga mengikuti wawancara, malam bakat, serta penampilan busana daerah.
Karena itu, proses yang dijalani para finalis menjadi bagian penting dari kompetisi. Setiap peserta memiliki kesempatan menunjukkan karakter dan kemampuan masing-masing. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat setelah ajang berakhir.
Bupati Dorong Promosi Pariwisata Sangihe
Selain membangun karakter generasi muda, Ungke Momo Sangihe memiliki peran dalam promosi daerah. Para finalis diharapkan mampu memperkenalkan budaya dan potensi pariwisata Sangihe kepada masyarakat yang lebih luas.
Bupati Michael juga mendorong agar Ungke dan Momo tidak hanya tampil dalam kegiatan seremonial. Mereka diharapkan dapat menjadi representasi generasi muda Sangihe. Dengan demikian, peran mereka dapat lebih dekat dengan masyarakat.
Potensi tersebut menjadi penting karena Sangihe memiliki kekayaan budaya dan pariwisata yang dapat diperkenalkan kepada publik. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu modal penting bagi para finalis.
Di sisi lain, Bupati Michael mengingatkan peserta agar tidak melupakan daerah asal. Ia berharap para finalis tetap memiliki hubungan dengan Sangihe meskipun nantinya melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar daerah.
Menurutnya, menjadi Ungke dan Momo bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Ada tanggung jawab untuk membawa nama daerah. Karena itu, setiap peserta perlu memikirkan kontribusi yang dapat diberikan untuk Sangihe.
19 Peserta Diharapkan Jadi Inspirasi
Ajang Ungke Momo Sangihe 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Polres Kepulauan Sangihe menilai kegiatan tersebut dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda. Peserta diharapkan mampu menjadi teladan dan ikut memperkenalkan budaya daerah.
Selanjutnya, para finalis menjalani tahapan menuju malam grand final. Proses tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan wawasan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mengenai potensi daerah.
Dengan demikian, pesan Bupati Michael tidak hanya ditujukan kepada peserta yang nantinya meraih mahkota. Semua finalis diharapkan mendapatkan pengalaman dan manfaat dari proses tersebut.
Pada akhirnya, Pemilihan Ungke Momo Sangihe 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Mahkota memang menjadi salah satu tujuan kompetisi. Namun, keberanian, pengalaman, wawasan, dan kontribusi bagi daerah juga menjadi bagian penting dari perjalanan 19 finalis tersebut.
