Friday, 11 September 2026

Truk Proyek Catut Nama DSDABM, Pemkot Surabaya Tegur Kontraktor di Jalan Moestopo

0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

SURABAYA – Pemkot Surabaya menegur kontraktor yang menggunakan nama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) pada kendaraan proyek di Jalan Dr Moestopo. Penggunaan identitas tersebut memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Persoalan ini mencuat setelah terjadi kecelakaan di kawasan Jalan Dr Moestopo pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Pemkot Surabaya kemudian menerima laporan mengenai kejadian tersebut melalui hotline Wali Kota Surabaya.

Setelah menerima laporan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta DSDABM mengecek proyek yang berada di lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut merupakan proyek Pemkot Surabaya atau pihak lain.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa proyek tersebut bukan pekerjaan DSDABM. Proyek itu juga bukan bagian dari pekerjaan Pemkot Surabaya. Berdasarkan penelusuran, pekerjaan tersebut berkaitan dengan RSUD Dr Soetomo.

Nama DSDABM Dicantumkan di Truk Proyek

Masalah muncul karena kendaraan yang digunakan kontraktor mencantumkan identitas Pemkot Surabaya dan DSDABM. Truk tersebut menggunakan pelat nomor W berwarna kuning.

Selain itu, terdapat banner yang menyebut kendaraan tersebut sebagai kendaraan proyek Pemkot Surabaya DSDABM. Identitas itu kemudian membuat masyarakat mengira proyek tersebut merupakan pekerjaan pemerintah kota.

Kepala DSDABM Surabaya Hidayat Syah menilai penggunaan nama tersebut tidak semestinya dilakukan. Menurutnya, kontraktor harus mencantumkan identitas pemilik atau pihak yang mengerjakan proyek secara benar.

Jika proyek tersebut merupakan pekerjaan RSUD Dr Soetomo, maka identitas yang digunakan seharusnya merujuk kepada pihak tersebut. Dengan begitu, masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru mengenai proyek di lapangan.

Pemkot Surabaya Turun Bersihkan Ceceran Lumpur

Di sisi lain, persoalan tersebut juga berkaitan dengan ceceran material dari kendaraan proyek. Lumpur yang jatuh ke jalan disebut berkaitan dengan truk proyek di lokasi.

Meski proyek tersebut bukan milik Pemkot Surabaya, tim Satgas DSDABM tetap bergerak membersihkan ceceran lumpur. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi jalan kembali aman bagi pengguna kendaraan.

Sementara itu, pihak kontraktor dan korban kecelakaan telah ditemukan. Kontraktor juga menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab terhadap biaya perawatan korban hingga sembuh.

Pihak korban disebut menerima itikad tersebut. Karena itu, persoalan kecelakaan tersebut kemudian diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Identitas Proyek Diminta Harus Jelas

Kasus ini menjadi perhatian karena identitas pada kendaraan proyek dapat memengaruhi persepsi masyarakat. Apalagi, nama Pemkot Surabaya tercantum secara langsung pada kendaraan yang berada di lokasi pekerjaan.

Pemkot Surabaya menegaskan bahwa setiap pihak yang mengerjakan proyek perlu menggunakan identitas sesuai dengan pemilik atau pemberi pekerjaan. Langkah tersebut penting untuk mencegah kesalahpahaman ketika terjadi persoalan di lapangan.

Selain itu, identitas yang jelas juga dapat membantu masyarakat mengetahui pihak yang bertanggung jawab terhadap sebuah pekerjaan. Dengan demikian, laporan maupun keluhan warga dapat diarahkan kepada pihak yang tepat.

Bagi Pemkot Surabaya, persoalan ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang jelas dalam setiap pekerjaan konstruksi. Terlebih, aktivitas proyek biasanya berlangsung di area yang digunakan masyarakat setiap hari.

Pada akhirnya, Pemkot Surabaya memastikan bahwa proyek di Jalan Dr Moestopo yang menjadi perhatian tersebut bukan pekerjaan DSDABM. Pemkot juga telah meminta agar penggunaan identitas pemerintah kota pada kendaraan pihak lain tidak dilakukan secara sembarangan.

Kasus tersebut kini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi kontraktor dan pemilik proyek. Identitas kendaraan, pengamanan material, serta kebersihan jalan perlu diperhatikan selama pekerjaan berlangsung.

Dengan pengelolaan yang lebih tertib, risiko kesalahpahaman dan gangguan terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan. Masyarakat pun dapat mengetahui dengan jelas pihak yang bertanggung jawab atas setiap proyek di wilayah Surabaya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %