Friday, 19 June 2026

Terpukul Penguatan Dolar AS, Perajin Mebel Jepara Berjuang Bertahan di Tengah Lonjakan Biaya Produksi

0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali memberi tekanan pada sektor industri mebel. Perajin Mebel Jepara Kewalahan Dihajar Kenaikan Dolar karena biaya produksi terus meningkat, sementara permintaan pasar belum sepenuhnya pulih.

Sejumlah perajin mengaku kondisi saat ini semakin sulit. Kenaikan harga bahan baku, biaya pengiriman, hingga kebutuhan produksi lainnya membuat pelaku usaha harus memutar otak agar usaha mereka tetap berjalan.

“Kami hanya bisa bertahan,” ungkap salah seorang perajin yang merasakan langsung dampak penguatan dolar terhadap industri mebel di Jepara. Menurutnya, keuntungan usaha semakin menipis karena biaya produksi terus mengalami kenaikan.

Jepara dikenal sebagai salah satu sentra industri mebel terbesar di Indonesia. Ribuan tenaga kerja menggantungkan hidup dari sektor ini, mulai dari pengrajin kayu, pengukir, hingga pelaku usaha ekspor.

Namun, kondisi ekonomi global yang tidak menentu membuat pelaku usaha menghadapi tantangan berat. Penguatan dolar AS dinilai berdampak pada harga bahan pendukung produksi yang sebagian masih bergantung pada pasar internasional.

Meski demikian, para pelaku usaha tetap berupaya mempertahankan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Mereka berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk menjaga keberlangsungan industri mebel nasional.

Penguatan Dolar Berdampak pada Industri Mebel

Kenaikan nilai tukar dolar AS tidak hanya memengaruhi sektor keuangan, tetapi juga berdampak langsung pada industri padat karya seperti mebel. Biaya produksi yang meningkat berpotensi mengurangi daya saing produk di pasar.

Pelaku usaha berharap adanya kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi dan membantu sektor usaha kecil serta menengah agar tetap bertahan di tengah tekanan global.

Ribuan Pekerja Bergantung pada Industri Mebel Jepara

Industri mebel menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Jepara. Banyak keluarga menggantungkan penghasilan dari sektor ini sehingga keberlangsungan usaha menjadi perhatian bersama.

Para perajin berharap situasi ekonomi segera membaik agar aktivitas produksi kembali meningkat dan lapangan kerja tetap terjaga.

Dengan semangat bertahan, para perajin mebel Jepara terus berupaya menjaga warisan industri yang telah menjadi identitas daerah selama puluhan tahun.

Baca Juga : Memanas! Mahasiswa Banyumas Raya Soroti Isu Batalyon Teritorial, Khawatir Militer Masuk Ranah Sipil

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %